Ads Right Header

Buy template blogger

Konser Coldplay 2023 di Indonesia Bisa Batal Akibat Konflik yang Ditimbulkan dari Pro dan Kontra


Editor: Ricardus Jundu

PIJAKAN Rakyat- Pengamat musik terkemuka, Nuran Wibisono, menganggap suksesnya konser band Coldplay di Indonesia akan menjadi "titik pertaruhan" bagi negara ini di mata musisi internasional. Namun, isu lingkungan dan konflik horizontal menjadi potensi tantangan yang dapat mempengaruhi keputusan Coldplay untuk menggelar konser di Indonesia pada tahun ini.

Nuran Wibisono mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan ancaman Persaudaraan Alumni 212 yang berencana menggelar aksi demonstrasi. Jika kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian, maka Indonesia dapat dianggap sebagai negara yang tidak aman dan mudah dipengaruhi oleh kelompok tertentu.

Sebelumnya, Novel Bamukmin, Wasekjen PA 212, menolak konser Coldplay karena pandangan band ini yang dianggap bertentangan dengan agama, termasuk dukungan terhadap komunitas LGBT dan penganut atheis.

Namun, Kepala Humas Polda Metro Jaya, Trunoyudo Wisnu, memastikan kesiapannya untuk mengamankan jalannya konser dan meminta agar acara ini tidak dikaitkan dengan isu politik, termasuk isu pemilu.

Perlu dicatat bahwa pada tahun 2017, Coldplay telah membatalkan konser mereka di Indonesia dengan beberapa alasan yang ditengarai, termasuk isu lingkungan yang belum terselesaikan dan konflik horizontal yang masih ada.

Coldplay dikenal sebagai kelompok musisi yang peduli dengan isu lingkungan dan aktif memperjuangkannya. Dalam tur mereka saat ini, Music of the Spheres World Tour, mereka juga mempromosikan energi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, inklusivitas juga menjadi faktor penting bagi Coldplay. Mereka ingin menyelenggarakan konser yang dapat diakses oleh semua kalangan dan menerima semua golongan masyarakat.

Namun, Indonesia masih memiliki konflik horizontal yang belum terselesaikan, termasuk perbedaan ras, keyakinan, gender, dan seksualitas. Hal ini juga menjadi kendala bagi Coldplay dalam menggelar konser di Indonesia pada tahun 2017.

Kondisi lingkungan dan konflik horizontal yang belum sepenuhnya kondusif di Indonesia menjadi pertimbangan utama bagi Coldplay dalam memutuskan apakah akan menggelar konser di Jakarta pada tahun ini.

BACA JUGA:

* Pro dan Kontra Konser Coldplay di Indonesia

Keputusan band tersebut akan tergantung pada penilaian mereka terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan meredakan konflik horizontal yang ada.

Dengan demikian, nasib konser Coldplay di Indonesia pada tahun ini tetap menjadi perdebatan dan menantikan keputusan band tersebut terkait dengan tantangan lingkungan dan konflik horizontal yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. (Redaksi PR)

Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel