Ads Right Header

Buy template blogger

Anies Baswedan Buka Suara Terkait Laporan Pidato Politik dan Elektabilitasnya dalam Survei Pilpres 2024

 


Editor: Ricardus Jundu

PIJAKAN Rakyat- Anies Baswedan memberikan tanggapan terhadap laporan yang dilakukan oleh relawan Ganjar Pranowo (GP) Center terkait pidato politiknya yang membandingkan pembangunan jalan saat ini dengan era Presiden SBY. Laporan tersebut kemudian ditolak oleh Bareskrim karena kurangnya bukti yang kuat.

Dalam menyampaikan tanggapannya, Anies mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan terbuka, di mana setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

"Banyak sekali tulisan, cerita yang disampaikan dan itu tidak perlu saya sebutkan. Kita menunjukkan bahwa ini adalah negeri yang terbuka dan demokratis," kata Anies di Pondok Pesantren Darul Mutaqin, Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (24/5/2023) seperti yang dilansir dari detik.com.

Anies juga menekankan bahwa penting bagi negara untuk melindungi kebebasan berpendapat, selama tidak melanggar hukum pidana. Ia menyatakan bahwa mengungkapkan pikiran seharusnya dilindungi oleh undang-undang.

Pidato politik Anies di Milad PKS di Istora Senayan pada (20/05/2023) menjadi sorotan setelah data yang disampaikan dianggap tidak valid oleh relawan GP Center, yang kemudian menimbulkan kegemparan di media sosial.

Di sisi lain, hasil survei elektabilitas calon presiden (bacapres) untuk Pilpres 2024 baru-baru ini dirilis oleh Survei Litbang Kompas. Dalam survei tersebut, Ganjar Pranowo, yang diusung oleh PDI Perjuangan, memperoleh elektabilitas sebesar 26 persen, sedangkan Anies Baswedan, yang diusung oleh koalisi Perubahan untuk Persatuan beranggotakan partai NasDem, PKS, dan Demokrat, memperoleh elektabilitas sebesar 18 persen.

Menanggapi hasil survei yang menunjukkan elektabilitasnya yang masih rendah, Anies menyatakan bahwa hasil survei bersifat dinamis dan masih terdapat waktu yang cukup hingga Februari 2024 bagi koalisi untuk bekerja keras. Ia juga menekankan bahwa survei tersebut dapat membantu dalam membaca kondisi masyarakat dan mengambil langkah-langkah yang lebih baik dalam persiapan menghadapi kontestasi politik.

Anies melakukan konsolidasi dengan partai pengusungnya, yaitu NasDem, PKS, dan Demokrat, dalam sebuah acara tertutup di Hotel Maesa, Ponorogo. Konsolidasi tersebut bertujuan untuk menata langkah dan kebijakan ke depan serta memperkuat kerjasama antara partai-partai tersebut.

Dalam acara konsolidasi tersebut, beberapa petinggi partai seperti Emil Elestianto Dardak dari Partai Demokrat, Irwan Setiawan dari PKS, dan Sajekti Sudjunadi dari Partai NasDem hadir untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan ide-ide yang menarik.

BACA JUGA:

* Tanggapan Prabowo Usai Ganjar Diusung PDI Perjuangan

* Beginilah Babak Baru Politik Indonesia Usai Ganjar Diusung PDI Perjuangan

Meskipun survei menunjukkan elektabilitas Anies yang masih di bawah Ganjar Pranowo, Anies tetap optimis dan siap untuk menghadapi kontestasi politik yang akan datang. "Survei ini baik untuk feedback supaya kita semua bisa membaca kondisi yang ada. Menyiapkan langkah yang lebih baik, memang masih ada waktu," terang Anies, seperti yang dilansir dari detik.com.

Dengan pidato politiknya yang menjadi sorotan dan upaya untuk menguatkan posisi politiknya melalui konsolidasi dengan partai pengusungnya, Anies Baswedan terus berupaya memperoleh dukungan yang lebih luas dalam rangka persiapan menghadapi Pilpres 2024. (Redaksi PR)

Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel