Ads Right Header

Buy template blogger

Peringatan Banjir Rob di Wilayah Pesisir Indonesia, Bagaimana dengan pesisir NTT?

 

Ilustrasi (Sumber: pixabay)

Editor: Ricardus Jundu

Manggarai, PIJAKAN Rakyat.com- Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada pada tanggal 19 Mei 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait fenomena fase Bulan baru yang dapat meningkatkan risiko banjir rob atau pasang air laut yang tinggi.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Eko melalui keterangan tertulis pada Selasa (16/5/2023) seperti yang dilansir dari okezone.

Eko menjelaskan bahwa potensi banjir pesisir (rob) ini memiliki perbedaan waktu (hari dan jam) di setiap wilayah, yang pada umumnya akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Aktivitas seperti bongkar muat di pelabuhan, kehidupan di pemukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat dapat terpengaruh.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga menghadapi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan informasi cuaca maritim terkini dari BMKG," kata Eko.

Menurut BMKG, seperti yang dikutip dari okezone, beberapa wilayah pesisir Indonesia yang berpotensi mengalami pasang surut dan banjir rob antara lain Pesisir Aceh, Pesisir Sumatera Utara, Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Banten, Pesisir utara DKI Jakarta, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Jawa Timur, Pesisir NTB, Pesisir NTT, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Maluku, Pesisir Maluku Utara, Pesisir Papua, dan Pesisir Papua Selatan.

Dalam menghadapi situasi ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti petunjuk serta informasi terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat pasang air laut maksimum.

Peringatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat pesisir dari potensi bencana banjir rob yang dapat menyebabkan kerugian material dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. BMKG terus memantau dan memberikan pembaruan informasi cuaca maritim guna memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Diharapkan dengan adanya peringatan ini, masyarakat pesisir dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti mengamankan barang berharga, menghindari aktivitas di daerah pesisir saat pasang air laut tinggi, dan tetap mengikuti informasi terbaru dari BMKG.

Banjir rob merupakan fenomena yang perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Fenomena ini terjadi saat fase Bulan baru, di mana potensi banjir rob atau peningkatan air pasang laut dapat terjadi.

BACA JUGA:

* Serangan Ransomware Terhadap BSI, Peretas LockBit Mengaku Bertanggung Jawab

* Pro dan Kontra Konser Coldplay di Indonesia

Dalam situasi seperti ini, peran BMKG sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk melindungi masyarakat pesisir dari potensi bencana banjir rob yang dapat mengancam keselamatan dan menyebabkan kerugian material. Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga mereka. (Redaksi PR)

Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel